Di Balik Batalnya Pencoretan Bulutangkis dari SEA Games 2013

VIVAnews – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, menjelaskan alasan Myanmar membatalkan pencoretan cabang olahraga bulutangkis pada SEA Games 2013. Setelah dikaji lagi, pembatalan ini merupakan upaya untuk mencegah pencoretan cabang bulu tangkis dari pentas Olimpiade mendatang.

Menurut Rita, bulutangkis sedang dievaluasi IOC (International Olympic Committee) menyusul skandal yang terjadi pada Olimpiade London 2012. Saat itu, beberapa pebulutangkis, termasuk ada yang dari Indonesia, sengaja  mengalah dalam partai terakhir di babak penyisihan grup demi menghidari lawan berat di laga selanjutnya.

Selain cabang bulu tangkis, IOC juga sedang mengevaluasi beberapa cabor lainnya, seperti taekwondo dan tenis meja. Menurut Rita, cabor-cabor tersebut bahkan terancam dicoret dari pentas Olimpiade. Untuk mencegah pencoretan tersebut, maka negara-negara Asia Tenggara diminta memberi perhatian khusus. Rita lalu menyampaikan usulan tersebut dalam rapat federasi yang digelar belum lama ini.

“Kami tahu taekwondo, tenis meja dan badminton sedang dievaluasi intensif IOC saat ini. Jadi saya berbicara dalam Federation Meeting kemarin agar cabor-cabor itu tetap didahulukan,” kata Rita.

“Atlet kita juara dunia semua. Bayangkan saja jika kita tidak memberi perhatian. Bukankah kita tidak ingin cabor-cabor itu dicoret dari Olimpiade,” sambung mantan ketua PB PBVSI itu.

Sebelumnya bulutangkis sempat tidak masuk dalam daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan di SEA Games Myanmar 2013. Selain bulutangkis, cabor lainnya seperti tenis lapangan juga tidak muncul dalam daftar yang dirilis oleh tuan rumah SEA Games 2013.

Belakangan bulutangkis akhirnya dinyatakan tetap dipertandingkan. Namun tidak demikian dengan tenis lapangan.

Sementara itu, terkait kondisi Mnyamar, Rita mengingatkan agar kontingen Indonesia mengantisipasi kendala non teknis yang bakal menghadang. Menurutnya, ada beberapa kendala yang berpotensi membuat para atlet terlantar bila tidak diantisipasi sejak awal.

“Contohnya, dari pengalaman saya, di sana kartu kredit tidak dapat dipakai. Jadi saya meminta agar PB jangan sampai telat memberikan uang saku kepada atlet yang akan tampil,” ujar Rita menjelaskan. (ren)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s