Julian Assange Maju ke Pemilihan Senator Australia

VIVAnews – Pendiri Wikileaks, Julian Assange, masuk dalam bursa pencalonan senator Australia yang akan berlangsung tahun ini. Rencana tersebut diumumkan melalui Twitter Wikileaks.

Seperti dilaporkan The Telegraph, Rabu 30 Januari 2013, twit Wikileaks itu berbunyi: “Australia, Julian Assange memastikan ikut serta dalam Pemilihan Umum 2013 dan mencalonkan diri sebagai senator Australia.” Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan pemilu akan digelar 14 September 2013.

Niat Assange ikut dalam bursa senat sesungguhnya sudah diutarakan sejak tahun lalu, ketika dia masih berada di Kedutaan Besar Ekuador di London dalam rangka meminta suaka untuk menghindari ekstradisi ke Swedia. Ketika itu pemerintah Inggris menolak menjamin pria 41 tahun itu untuk dapat keluar dari Inggris dengan selamat.

Menurut harian Australia, The Age, Assange bahkan akan mendaftarkan Wikileaks sebagai partai yang akan mengusungnya nanti ke Komisi Pemilihan Australia. Untuk dapat terpilih sebagai anggota Senat Australia, maka  Assange harus dapat meraih sebanyak 500 suara.

Namun jika Assange terpilih sebagai senator tetapi posisinya masih berada di Inggris, maka orang lain akan dinominasikan untuk mengisi posisi Assange tersebut. Assange sendiri sampai saat ini masih berada di luar Australia.

Sosok Julian Assange sendiri tergolong populer di Australia. Situs yang dibuat Assange, Wikileaks, sempat membuat Amerika Serikat kebakaran jenggot pada tahun 2010 karena mempublikasikan ratusan dokumen rahasia milik AS terkait perang Irak dan Afghanistan. Ratusan isi surat kawat diplomatik AS pun ikut dibocorkan Wikileaks. Hal ini membuat malu pemerintah AS.

Assange tak pelak menjadi sosok yang paling dicari oleh AS, hingga dia ditemukan bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di Inggris. Namun pada tahun 2012, Assange terjerat kasus kekerasan seksual yang membuatnya terancam diekstradisi ke Swedia.

Beredar kabar bahwa setelah Assange berhasil diekstradisi, pemerintah Swedia akan menyerahkannya kepada AS untuk diinterogasi seputar aksi-aksi Wikileaks yang membocorkan ratusan telegram diplomatik AS. (kd)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s